Label

3gp (2) aplikasi (10) artikel (4) berita (14) Blog (51) cerpen (8) Dewasa (4) download (31) film (2) free (4) game (3) gratis (3) hack (2) info (22) Kesehatan (8) mobile (16) movie (7) mp3 (2) news (7) renungan (14) Sex (12) software (18) story (12) tips (36) Tips Cinta (9) trik (18) Tutorial (43)

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Renungan Uang Bukanlah Segalanya

Minggu, 10 Oktober 2010

Uang bukanlah segalanya dalam hidup seperti cerita berikut ini :

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab,

"Aku
nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam

dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.

Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa

dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara

Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak

menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.

"Kalo
satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa

digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,

Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam

begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa...???"

Kesabaran Andrew pun habis.

"Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan


Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di

kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang

terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,

"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang

malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.

5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew.

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau

sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga

puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.

Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada

Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka

setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku

kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu

erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan

harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan

anaknya. Apakah kebahagiaan itu bisa di beli???

Semoga cerita diatas bermanfaat... :)

Read Post | komentar

Cerita Pendek Hujan

Hujan
Oleh : Setyo Pratiwi



Seperti biasanya setiap hari minggu aku dan teman-teman lari pagi, kami biasa lari pagi ke cokroyasan, sejak pukul 05.00 Evin, Puput, dan Wiwin sudah berkumpul di depan rumahku, menungguku yang sedang bersiap-siap, setelah kami semua siap kami berangkat untuk lari pagi.
Kami lari sambil bercanda gurau, ngomongin inilah-itulah apa saja yang bias menjadi bahan bicaraan. Tak terasa karena kami lari sambil ngobrol, akhirnya kamipun sampai di cokroyasan. Karena kami merasa lelah kamipun beristirahat sejenak di cokroyasan untuk menghilangkan rasa lelah kami.
“ Teman-teman , kita istirahat dulu sebentar disini ya?” pinta Evin.
“ Iya.. iya … okelah aku juga capek nih”. Jawabku.
Tak lama kemudian setelah rasa lelah itu hilang, kami bergegas untuk pulang, kami pulang dengan jalan kaki, karena kami masih agak lelah.
Ditengah-tengah perjalanan pulang, aku melihat keatas, nampaknya awan mulai mendung, seakan-akan mau turun hujan.
“Eh ayo dong yang jalan dipercepat, lihat itu awannya mendung kayaknya hujan mau turun?’ seruku kepada Evin, Puput, dan Wiwin, kamipun mempercepat jalan kami, tapi sayangnya sebelum kami sampai dirumah, hujan mulai turun, semakin lama hujannya semakin deras, kamipun memutuskan untuk berteduh di sebuah rumah warga.
“Wah hujannya semakin deras nih, kapan redanya ya?” keluh Wiwin, karena hujannya tak kunjung reda.
“Ya, sabar aja kita tunggu dulu, mungkin sebentar lagi juga reda kok”. Kata Ervin.
Hampir setengah jam kami menunggu, akhirnya hujan reda juga.kamipun bergegas untuk pulang.
“Ayo kita pulang, ntar keburu hujan lagi”. Kataku kepada teman-teman.
“Baru kali ini ya kita lari-lari terus kehujanan kayak gini’.
“Iya,ya malangnya kita, mau sehat malah bias bikin sakit nih”. Ujar Wiwin.
“Iya tidak apa-apalah sekali-kali ujan-ujanan kayak gini, hehehe…”. Kataku sambil tertawa kecil.
Sesampainya di rumah, aku ditanya sama Ibu, aku kira Ibu akan memarahiku, tapi ternyata Ibu malah menertawaiku yang kehujanan saat berlari-lari.

sekian...

Read Post | komentar

Cerpen Sahabat Persaingan Antar Genk

Persaingan Antara Genk



Nama Pelaku :
Anisa Nur Hasna
Singgih Hadi Prasetyo
Rizky Hikmawati
Ponirin
Putri Kurniasih

Setting : Di dalam kelas

Di suatu hari terdapat pertemuan yang menegangkan di suatu sekolah yang sangat terkenal di kotanya. Dan pertemuan ini berujung persahabatan yang diberi nama “GENK EXPEDISI CEKY DOTCH” yang beranggotakan Nana, Ponirin, Singgih, dan terdapat juga persahabatan “GENK JOKER” (JOMBLO KEREN) yang beranggotakan Putrid an Rizky, kedua genk inbi selalu bersaing dan tak pernah ada kedamaian. Dan tiba-tiba saat Nana duduk sendirian singgih dating mendekati nana.

Singgih : “Pagi brow…! (menepuk pundak Nana)
Nana : “Hey… Pagi juga, Eh u tahu Ponirin gak? Kok dari tadi gak kelihatan?”
Singgih : “Aq juga gak tahu! Ech na, ada kabar buruk, si “GENK JOMBLO KEREN” mau daftar jadi ketua OSIS!” (sambil mendekati Nana)
Nana : “Apa…!!! Gak boleh dibiarkan nih semua!” (sambil menepuk meja)
Singgih : “Gimana kalau kita juga mendaftar jadi ketua Osis? Dan jadi wakilnya? Kan pasti seru tuh…??? “GENK EXPEDISI CEKY DOTCH” kan genk paling gaul abis ya nggak!!! (dengan penuh percaya diri)
Nana : “So pasti…!!! Pokoknya genk kita gak boleh kalah sama mereka (dengan wajah gembira)

Tak lama kemudian Ponirin dating dengan membawa setumpuk poster di tangannya dan menghampiri sobat-sobatnya.
Ponirin : “Hay… Guyz…!!!
Nana : “Hey.. kamu kemana aja! Kok baru muncul ( sambil penasaran dengan yang dibawa Ponirin apa?)
Ponirin : “Hey… gimana nih sama calon Ketua Osis! Katanya si Rizky sama Putri yang mau daftar loohh…!!!
Singgih : “Huh ketinggalan jaman kamu…!!!”
Ponirin : “YA.. bagus deh kalo gitu! Aku sebagai panitia juga seneng kok kan mereka juga anak berbakat”
Nana : “Bagus…!!! Gimana maksudmu? Harusnya kita takut dan kalo genk kita yang paling gaul abis kalah saing ( sambil marah-marah kepada Ponirin)
Ponirin : “Ya… bukannya gitu aku tetep dukung kok. Kita kan satu Genk, Cuma aku mau kita semua bersemangat aja”
Singgih : “Ouh… ku kira kamu malah milih gemk “Jomblo Keren” ( sambikl ketawa )
Ponirin : “Ya gak mungkinlah aku Cuma baik di depan mereka aja”
Nana : “Lha… trus kenapa u masih aja nemepelin posternya si “Genk Joker” yang sok cool itu!”
Ponirin : “Ah… nie aja disuruh sama Kepala Sekolah…”
Serentak : “Ouwwhhh….!!!”

Tiba-tiba munculah anak Genk “JOKER” dan dating-datang langsung menempel poster.
Singgih : “ Wah…apa2an u Put? Datang2 langsung main temple aja “Dasar anak kampungan!!!”
Putri : “ Biarin aja, kita juga berhak donk menempelkan poster di sini ( sambil nempelin poster lagi )
Rizky : “ Udah udah gak usah diladenin tu anak, emang nyebelin( dengan rasa kesal pada nana dan singgih )
Nana : “eh kamu ! panya kag? Lie? Harusnya ngaca donk u tu up!!!
Pokoknya yg blm ditempel adalah poster ( GENK EXPEDISI CEKY DOTCH ) genk plg GAUL BEKEN & gak kampungan. Anak siapa sie u sook cool banget mw di atas ialah
Putri : “kalo punya mulut itu di jaga!”
Rizky : “Mau u tu apa si!!? U berani ama w!!! ( dengan menantang )
Nana : “Apa…!!! Ya berani lah… Cuma sama u doank uwh… gak ada papa-apanya…” ( sambil marah-marah )
Singgih : “ u gak nyadar-nyadar ya ? Genk EXpedisi Ceky Dotch tu Genk paling beken di school!!!”
Ponirin : ”Stop-stop bias nggak sih kalian diem berantem terus ( sambil melerai )
Semua : “Diaaaaammmm……. !!! ( serentak )
Putri : “ Hey Pon bilangin ma tu ma sobat2 mu yang masih anak manja dan gak usah sok2 populer ( sambil marah )
Nana : “Biarin aja emank terbukti kan Genk Paling gaul tu Genk “EXPEDISI CEKY DOTCH”
Singgih :” bener tuh ? bilang aja kalo sirik.
Ponirin : “Sudah-sudah buktikan saja besok sapa yang jadi ketua Osis!!” ( dengan rasa kesel )

Saat itulah penilaian ketua osis dimulai dengan perasaan yang menegangkan.
Singgih :”Teman-teman saya berjanji jika saya yang jadi ketua Osissaya akan jadi teladan yang baik, disiplin, tanggung jawab, dan adil ( dengan meyakinkan semua teman2 di depan siswa )
Putri : “Alah… Omong Kosong!!!!”
Nana : “Apa u bilang….!!! ( dengan menampar putri )
Ponirin : “Sudah-sudah sebenarnya kita juga gak tahu siapa yang jadi ketua osis??”
Rizky :” Dan saya juga berjanji akan lebih baik dari “Genk Expedisi Ceky Dotch”
Serentak :”Dasar Gak tahu diri…!!!!”

Setelah itulah diumumkan siapa yang jadi ketua osis
Ponirin :” Semangat Genk Expedisi Ceky Dotch…!!! Semangat… semangat… ( dengan angkat tangan )
Ponirin :” Saat inilah yang pastinya ditunggu-tunggu dan yangmenjadi ketua osis adalah Genk Expedisi Ceky Dotch…!!!”
Serentak :” Ya….. Kita menang….!!!”
Putri an Rizky : “Slamat ya…!!!! ( dengan rasa tidak ikhlas ) ya semoga aja u bias buktiin ke teman2 lah…!!”
Nana dan Singgih :” So…! Pasti aku akan buktikan ni semua ( dengan rasa percaya diri )

Setelah tak lama menjadi ketua osis teman-teman pada menjauhi “GENK EXPEDISI CEKY DOTCH” tak disukai oleh semua teman-teman dan saat itulah “GENK EXPEDISI CEKY DOTCH” mulai khilaf apa yang dilakukan selama ini salah kepada “GENK JOKER” dan “GENK EXPEDISI CEKY DOTCH”pun minta maaf kepada Genk Joker”

Ponirin : “Sebentar aku minta maaf sama u atas semua kesalahan selama ini yang seringkali menghina Genk Joker aku minta maaf banget ma u??”
Nana :” Aku juga minta maaf Put, Riz…??” (dengan meratapi kesalahan )
Singgih :”Iya aku juga minta maaf selama ini aku sering menjelekk2in ??
Putri :”Halah paling Cuma omong kosong ( dengan rasa kesal )
Rizky :”Udah-udah maafin aja manusia kan pasti punya salah put? ( dengan merasa kasihan kepada Genk Expedisi Ceky Dotch )
Putri : “Tapi dulu kan Genk kita selalu dihina ( dengan keras kepala )
Rizky :”Ya… udah kalian aku maafin tapi u juga janji gak bakal ngulangin kesalahanmu lagi. “
Putri : “Ok aku juga sama kalian bertiga … eitz….! Jangan lupa traktir aku bakso 3 porsi…!!”
Serempak :” Suweeerrrrr…. !!! makasih ya… yuk aku traktir u ke kantin ( kata nana )

Setelah selesai makan-makan kedua genk ini bias berdamai dan berakhir persahabatan.

sekian…

Read Post | komentar

Cerita Sahabat Mengantar Teman ke Terminal

Mengantar Teman Ke Terminal
Oleh : Rina Mahmuroh



Siang itu, aku mengantar teman berangkat ke Terminal. Temanku itu bernamaReni. Reni berencana untuk pergi ke Jakarta, Sehari sebelumnya kami telah berencana untuk pergi ke terminal.
Kami berangkat ke terminal pukul 01.00 siang. Perjalanan kami menuju terminal dengan suasana mendung. Setelah sampai di sidarum kami kehujanan, kami berempat basah kuyup, kami lupa tidak membawa mantol.
Suasana di terminal sangat ramai. Dengan diiringi hujan lebat kami menggigil kedinginan. Tak lama kemudian Reni menhampiri kami dengan membawa tiket dan memeperlihatkannya. Setelah mendapatkan tiket, kami memebantu Reni mencari nomor bus yang akan dinaikinya. Hujan mulai reda, nomor bus yang akan dinaiki Reni akhirnya ketemu juga, Kami langsung membawa barang-barang ke dalam bus. Barang-barangnya berat banget sampai aku tidak kuat mengangkatnya. Akhirnya aku dibantu temanku mengangkat barang itu.
Tak lama kemudian, sopir telah menyalakan mesin, kami segera turun dan menunggu keberangkatannya. Pukul 02.00 siang bus yang dinaiki reni berjalan perlahan-lahan keluar terminal. Kami melihat Reni dengan wajah pucat, kami melambaikan tangan untuk melepas keberangkatannya.
Hujan masih mengguyur kota Kutoarjo, kami pulang dalam keadaan kedinginan. Pada saat pulang aku diajak teman-teman untuk makan bakso, kami makan bakso di Kutoarjo, setelah makan bakso badan tidak kedinginan.

sekian...

Read Post | komentar

Cerpen Ku Tak Tahu

Ku Tak Tahu
Oleh : Menuk Supratmi



Malam itu aku bersama keluarga menonton TV diruangan depan, kami tertawa bersama sambil menikmati cemilan yang sudah ada. Tiba-tiba Mas Tono yang sudah tiga hari tidak dirumah,pulang dalam keadaan muka kusam.Aku mulai bertanya dalam hati,apa yangterjadi dengan Mas Tono.Beberapa menit kemudian Mas Tono mengatakan alasan dia pulang ke rumah.Dan ternyata,Mas Tono pulang hanya untuk meminta uang dengan jumlah yang cukup banyak.Namun,waktu itu tidak mempunyai uang,sehingga ibu tidak memberinya uang.Tetapi Mas Tono terus memaksa dan marah-marah tanpa menghiraukan kami yang ada diruangan itu.Tak lama kemudian Ayah mulai angkat bicara,Ayahku berusaha untuk menjelaskan semuanya,tetapi Mas Tono tetap keras kepala.Kami hanya terdiam melihat mereka berseteru.Mas Tono yang mulai tersinggung dengan ucapan ayah, tiba-tiba bangun dari tempat duduk dan pergi meninggalakan rumah. Setelah Mas Tono pergi, suasana di rumah menjadi sunyi. Ibu tak henti-hentinya menangis, sednagkan ayahku duduk diruang tamu. Mbak Ratih mencoba untuk menenangkan Ibu sambil memijit kakinya, sedangkan aku berada di kamar menemani adikku tidur.
Pagi harinya, ketika aku ingin berangkat sekolah perasaanku gelisah, rasanya berat untuk meninggalkan rumah. Di sekolah pun aku hanya diam, diam, diam dan diam. Apa yang aku takutkanpun terjadi, saat aku sedang belajar di sekolah ayah dan ibuku bertengkar karena Mas Tono, sampai-sampai Ibu sudah berkemas-kemas ingin meninggalkan rumah, tetapi Mbak Ratih berhasil mencegah Ibu.
Ketika bel pulang Sekolah berbunyi, aku perlahan-lahan berjalan keluar dari kelas, aku melihat Mbak Ratih berdiri di depan gerbang dan akupun berlari mendekatinya.
“Lhooo… kok Mbak ada disini?” aku kan gak minta dijemput?” (tanyaku kepada mbak Ratih)
“Cepetan naik…!!!” (tidak menjawab pertanyaanku dan hanya menyuruh aku untuk naik sepeda motor)
Di jalan aku hanya diam.
“Kamu udah makan ndut…? (Tanya Mbak Ratih)
“Belum Mbak” (jawabku)
“Ya udah, ntar kita cari warung, soalnya hari ini kita tidak akan pulang…”
“Maksudnya…?” (Tanyaku)
“Ntar tak jelasin semuanya”.
“Ya udah” (jawabku)
Tak lama kemudian, saat kami sampai di Panta Keburuan, Mbak Ratih menceritakan semuanya sambil menangis. Akupun tidak bias menahan airmata, aku menangis karena bingung cobaan apa yang sedang kami hadapi. Setelah puas menangis Mbak Ratih mengajakku makan mie di warung. Selesai makan kami bingung mau pergi kemana?, kami duduk sambil menunggu sunset (matahari terbenam).
Ketika adzan maghrib, tiba-tiba ada telephone dari saudaraku. HP terus berbunyi tapi Mbak Ratih tak ingin mengangkatnya.
“Telfon dari siapa mbak…..? ko gak diangkat’’(tanyaku)
“Dari Mas Tri”
“Owww,diangkat aja mbak,low penting gimana?
“Paling juga nyuruh kita pulang Ndut…..”
“Tapi aku takut Mbak low ampe ntar ad apa-apa di rumah”
Setelah mendengar ucapanku,Mbak Ratih segera mengangkat telfonnya.Kami mendengarkan semua nasehatnya dan kami pun pulang ke rumah.

sekian...

Read Post | komentar
 
© Copyright mix's BLoG 2012 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
| by MIX